#29 Pengalaman saya membangun business system | system bisnis

system bisnis

pengalaman saya membangun sistem bisnis

Melanjutkan artikel saya sebelumnya tentang Membuat Usaha Autopilot. Disini saya akan bercerita pengalaman saya dalam membangun sistem bisnis. Bagaimana sih membangun sistem bisnis? apa yang perlu kita lakukan?? memang menjadi hal yang sangat sulit ketika seorang pengusaha sudah mulai bisnisnya, tapi bingung mengembangkannya. dalam mengembangkan bisnis kita perlu yang namanya sistem bisnis. Didalam sistem bisnis itu kita akan membuat jaringan atau elemen yang saling terintegrasi dan dapat menggerakan roda bisnis kita.

Tahun 2012 adalah tahun pertama saya memulai usaha di bidang souvenir dan saya beri nama brandnya adalah WARUNG SOUVENIR . saya menjalankan usaha itu sendirian awalnya. Saya mulai membangun website, akun sosial media, dll. selain itu saya juga memasarkan melalui teman-teman saya. Semua hal yang saya kerjakan sendirian. Mulai dari terima pesanan, pengerjaan desain, proses produksi, sampai pengiriman saya lakukan sendiri. Seiring waktu usaha ini tumbuh dan berkembang. Saya pun mulai kewalahan mengurus orderan souvenir yang ada. Ibaratnya ini buat tidur aja susah, hp saya berdering terus pagi siang malam. Dari situ saya mulai berpikir ga bisa nih dikerjain sendirian saya butuh karyawan. Memang dari segi untung atau penghasilan enak banget, semua hasil kita nikmati sendiri, tapi klo malah sakit gara-gara usaha gimana mau nikmati hasilnya hahaha..

Logo  warung souvenir

Berpikir membangun sistem bisnis / alur bisnis

Karena saya sudah kewalahan mengurus pesanan saya akhirnya mulai berpikir membangun sistem. Saat itu saya mencari karyawan untuk antar-antar barang. Akhirnya saya pun berdua jalanin usaha ini. saya terima order dll, staf saya bagian controling, packing dan antar barang. Seiring waktu saya kewalahan dengan laporan keuangan saya. karena dikelola sendiri jadi bercampur deh duit pribadi dan duit usaha. Nah hal ini harus dihindari banget guys.. Jangan mencampur uang pribadi dan usaha, hal itu bisa membuat usaha bangkrut guys. kita harus teguh dan keras dalam mengelola keuangan bisnis. akhirnya saya rekrut orang di bagian keuangan. berkurang lagi deh 1 kerjaan saya ngurus keuangan, jadi lebih bisa fokus penjualan dan produksi.

Setelah berjalan saya tambahkan lagi staf dibagian administrasi. Karena saat itu dokumen-dokumen penjualan, pengiriman, dll semua berantakan. akhirnya saya masukan staf administrasi. Dengan adanya staf administrasi pekerjaan seperti membuat surat keluar, surat jalan, urusan dokumen kantor, data supplier, semua bisa dihandel oleh staf administrasi ini. Nah selain membantu adminstrasi saya ajarkan juga untuk terima order agar bisa membantu penjualan. saya ajarkan cara menerima telp, hubungan konsumen, dan cara untuk closing penjualan. tambah berkurang lagi deh kerjaan saya. hehehe… Dengan 4 orang tim di kantor saya, akhirnya saya daftar untuk menjadi perusahaan yang berbadan hukum dengan nama PT ABI TUNGGAL PUTRA.

Semakin tumbuh perusahaan ini, semakin banyak juga karyawan yang bekerja. Penambahan karyawan itu dibidang marketing, operasional dan purchasing. Saat itu saya masih mengerjakan di bagian produksi, karena waktu itu saya berpikir ini data supplier harus saya yang pegang, jika bocor nanti makin banyak lagi pesaing. Itu pemikiran yang salah guys, saya saat itu salah berpikirnya. Akhirnya saya rekrut orang untuk mengerjakan kerjaan saya ini, ibaratnya jantungnya perusahaan sudah dipegang orang lain. Awalnya ada rasa ketidakpercayaan, tapi lama-lama hal itu terbantahkan. Semua bisa bekerja dengan baik asal dibimbing dengan baik Jadi tugas kita sebagai pemilik usaha adalah membimbing para karyawan agar bekerja dengan baik.

Saat ini perusahaan saya PT Abi Tunggal Putra sudah memiliki 11 karyawan dan saya pun sudah tidak mengerjakan pekerjaan harian lagi. Paling biasanya kita meeting bulanan atau mingguan untuk evaluasi kinerja. Kuncinya percayakan pekerjaan itu kepada tim yang sudah kamu buat. Biarkan sistem yang berjalan. Sehingga bisnis kamu bisa autopilot. Tentunya kamu sudah memberikan job desk kepada setiap karyawan kamu sehingga sistem yang sudah kamu buat bisa berjalan lancar, biarkan mereka berkembang dan bekerja dengan penuh semangat. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem bisnis yaitu Jadilah LEADER bukan BIG BOSS.

Salam
Abi

[Total: 2    Average: 3.5/5]
Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *